Kesalahan Menggunakan WordPress Yang Perlu Anda Hindari

Bagi yang baru menggunakan WordPress pertama kali, mungkin Anda agak bingung saat memakainya. Terlebih jika tidak punya pengalaman untuk membuat website sebelumnya. 

Kurangnya pengalaman kadang membuat seseorang akan melakukan beberapa kesalahan yang lumayan fatal.

Nah, agar Anda tidak melakukan kesalahan tersebut, kami akan merangkum beberapa kesalahan apa saja yang sering dilakukan saat menggunakan WordPress. 

Tentunya kesalahan seperti ini harus dihindari agar pembuatan WordPress menjadi lebih optimal. Lantas apa saja kesalahan yang dimaksud? Yuk simak informasinya berikut.

Kesalahan Ini Sering Dilakukan Pengguna WordPress

Ada beberapa kesalahan yang sering dialami pengguna saat membuat WordPress. Berikut daftarnya:

1. Salah pilih platform

Salah satu kesalahan utama pengguna pemula adalah tidak tahu perbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com. Keduanya menjadi platform pembuat website gratis yang diberikan WordPress. 

Namun fitur yang keduanya tawarkan lumayan berbeda jauh. Jadi perhatikan sebelum menggunakan salah satu CMS ini.

Pertama, dengan memakai WordPress.com, Anda tidak bebas menentukan ekstensi domain yang nanti akan digunakan. Nama domain yang digunakan akan diikuti dengan embel-embel seperti ini www.namadomain.wordpress.com. Kedua, Anda juga tidak dapat memasang iklan saat menggunakan WordPress.com.

Selain itu, Anda juga tidak bisa memasang plugin dalam bentuk apapun saat menggunakan WordPress.com. Sehingga tampilan lumayan mengecewakan. 

Selain itu ada beberapa perbedaan lain yang harus Anda tahu. Dari poin yang sudah disebutkan di awal, bagi yang ingin mendulang uang dari penggunaan website, WordPress.com bukan pilihan yang terbaik untuk digunakan.

Ada banyak aturan yang tentunya membatasi kreativitas saat menggunakan CMS. Bagi yang ingin menggunakan website secara bebas, memakai WordPress.org bisa menjadi pilihan terbaik untuk digunakan. 

Anda bisa berkreasi secara leluasa untuk membuat website dengan WordPress. Tak hanya itu, Anda juga bebas menentukan ekstensi domain hingga pemasangan iklan.

2. Tidak memperhitungkan biaya

WordPress.org bisa digunakan tanpa harus membayar terlebih dahulu. Artinya, Anda bisa memakai tanpa harus berlangganan terlebih dahulu.Meskipun begitu, Anda tetap membutuhkan biaya untuk menyewa domain ataupun menyewa hosting untuk website. 

Walaupun begitu, bukan berarti Anda dapat asal-asalan saat ingin membeli domain atau hosting.

Anda harus memperhitungkan biaya, sebaik dan seteliti mungkin supaya tidak membebani anggaran untuk membuat website. Hal pertama, Anda harus menentukan hosting yang harganya paling terjangkau tapi berkualitas di pasaran. 

Anda harus membandingkan beberapa layanan penyedia hosting, memperhatikan harga dan juga fasilitas yang mereka tawarkan.

Apakah fasilitas yang mereka tawarkan sesuai dengan harga yang harus dibayarkan saat itu atau tidak. Misalnya, bagi yang menyewa hosting di Niagahoster akan mendapat domain gratis. 

Tak hanya itu, Anda juga mendapat SSL gratis serta bandwidth unlimited. Bahkan Anda mendapat fitur-fitur khusus seperti WordPress Accelerator, Auto Update Plugin dan masih banyak lainnya.

Jadi, pastikan menentukan hosting yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan website yang ingin dibangun. Hosting adalah rumah bagi website yang ingin dibangun. 

Tidak heran jika menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika hosting yang dipilih bagus, tentunya kualitas website juga bagus. Jadi pilih hosting yang menyediakan layanan dan fasilitas lengkap.

3. Salah pilih tema

Menentukan tema yang ingin digunakan WordPress adalah kegiatan yang sangat melelahkan untuk dilakukan. 

Anda dihadapkan pada ribuan tema dan hanya bisa memilih salah satu dari sekian banyak tema tersebut. Tentunya Anda harus tahu mana tema WordPress yang paling tepat untuk digunakan.

Setiap orang tentunya membutuhkan tema yang berbeda-beda. Tidak heran karena setiap orang punya selera dan kebutuhan website yang berbeda pula. Namun pastikan menentukan pilihan tema berdasarkan empat hal berikut:

  • Pilih tema yang kompatible untuk perangkat, misalnya desktop, mobile atau tablet.
  • Mudah dilakukan kustomisasi oleh penggunanya
  • Cari tema yang benar-benar kompatible dengan plugin penting yang nanti akan digunakan pada website.
  • Tidak memberi hambatan pada loading website

Empat kriteria di aytas dapat membantu Anda untuk menentukan tema yang diharapkan bisa mendukung performa website. 

Jadi apapun tema yang nanti digunakan pada WordPress, ada baiknya memperhatikan beberapa kriteria di atas terlebih dahulu.

4. Menginstal plugin secara sembarangan

Plugin memudahkan penggunanya untuk menambah beragam fitur penting yang ingin diterapkan di website. Namun bukan berarti Anda harus menggunakan semua plugin di WordPress sesuka hati. 

Terlebih jika sembarangan saat menentukan plugin untuk website yang nanti ingin digunakan. Memasang plugin yang salah dapat berakibat fatal untuk website yang sedang dibangun.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih plugin untuk website. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut:

  • Anda hanya boleh menginstall plugin dari direktori resmi milik WordPress.org saja. Jika toh ingin memasang plugin dari pihak ketiga, usahakan memilih plugin dari pengembang yang punya reputasi baik. Hal ini sangat penting karena menentukan kualitas website.
  • Sebelum menginstall plugin, Anda harus melihat dulu bagaimana review plugin di kolom review yang diberikan WordPress.org dan beragam forum lain di internet. Dengan begitu, Anda bisa tahu bagaimana kualitas plugin tersebut. Apakah bagus atau tidak untuk digunakan.
  • Jangan pernah memakai plugin nulled. Plugin nulled memang sangat menggiurkan untuk dipakai. Anda bisa memakai fitur premium dengan harga murah atau bahkan tidak perlu membayar. Namun plugin yang seperti ini sangat beresiko karena memberi bahaya untuk website.
  • Selalu cek rekomendasi plugin yang biasanya diberikan oleh sumber terpercaya di internet. Lihat reviww mereka dan perhatikan apakah masih ingin menggunakan plugin tersebut atau tidak.

5. Mengubah domain secara sembarangan

Saat pertama kali membuat website, mungkin saja Anda tidak terlalu serius dan sembarangan saat menentukan nama domain. 

Akhirnya ingin mengganti nama domain ke nama domain yang lebih bagus dan layak untuk digunakan. Anda bisa melakukannya dan boleh saja mengganti nama domain sesuai keinginan.

Hanya saja perhatikan metode dengan baik sebelum mengganti domain. Sembarangan saat mengganti domain akan sangat merugikan website yang sudah dibangun. 

Anda bahkan bisa kehilangan trafik yang sudah didapat dari domain sebelumnya. Supaya bisa ganti domain tanpa mempengaruhi trafik sebelumnya, usahakan memakai Reditect 30 karena lebih aman.

6. Asal memasukkan kode snippet di file tema

Kesalahan lain yang sering dilakukan pengguna WordPress adalah menambahkan kode snippet di file functions.php tema WordPres yang akan digunakan secara asal atau tidak ada perhitungan. 

Secara umum, file functions.php bukan pilihan terbaik untuk menambahkan beragam kode snippet yang ingin digunakan.

Modifikasi yang sudah Anda lakukan bisa hilang saat mengganti tema tersebut memakai tema yang lain. Jadi sebaiknya hanya tambahkan kode di functions file hanya saat ingin mengganti hal khusus di tema saja. 

Bukan kode snippet yang menjadi hal penting untuk website.

7. Mengedit function file di area admin

WordPress menyediakan fitur editor tema dan plugin untuk para penggunanya. Fitur tersebut memudahkan pengguna untuk melakukan pengeditan di plugin ataupun tema yang ingin digunakan. Sayangnya fitur seperti ini tidak disarankan, terutama bagi yang masih pemula atau newbie.

Jika ada error saat ingin mengedit kode plugin ataupun tema, akibat terburuknya bisa saja dashboard website terkunci dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. 

Error seperti ini dapat dihindari dengan menonaktifkan fitur editor tema dan plugin. Caranya tidak rumit karena tinggal menyalin dan pastekan kode di bawah di file wp-config.php saja.

define( ‘DISALLOW_FILE_EDIT’/ true );

Letakkan kode ini di baris sebelum kode that’s all stop editing! Happy publishing

Jika mau mengedit tema ataupun plugin, ada baiknya mengedit di file yang dapat diunduh dengan FTP client. Cara ini lebih aman dibanding mengedit di editor WordPress. 

Tapi semuanya bisa disesuaikan dengan pengguna masing-masing.

8. Memakai kategori uncategorized

Uncategorized menjadi kategori default WordPress. Anda dapat menggunakannya sesuai keinginan. Namun resikonya tampilan website menjadi kurang profesional. 

Sayangnya, Anda tidak dapat menghapus kategori tersebut. Meskipun begitu, Anda tetap bsa mengubah nama kategori ke nama lain sesuai konten yang ada di blog masing-masing.

Caranya sangat mudah, yakni tinggal membuka dashboard WordPress dan kemudian pilih Post. Setelah itu pilih Categories. 

Setelah itu pilih Edit di bawah nama Uncategorized. Setelah itu, Anda dapat mengubah nama kategori sesuai keinginan dan URL yang akan digunakan.

Itu tadi kesalahan yang sering dilakukan pengguna WordPress. Sudah siap menggunakan CMS ini? WordPress menjadi CMS terbaik yang harus digunakan karena punya tampilan yang unik dan menarik.