Bagaimana Cara Memilih Plugin Terbaik Untuk WordPress

Plugin merupakan bagian penting WordPress yang tidak dapat dilupakan saat membangun website di CMS ini. Dengan menggunakan plugin, website yang Anda bangun makin sesuai dengan yang diharapkan. 

Tidak heran karena plugin menghadirkan banyak pilihan fitur yang membuat website makin bagus dan berkualitas. Sayangnya ada banyak plugin yang bisa ditemukan di WordPress.

Jadi Anda harus lebih teliti dan cermat untuk menentukan plugin mana yang paling sesuai dengan kebutuhan website. Tujuannya agar website yang dibangun makin bagus dan sesuai dengan yang diharapkan. 

Di artikel ini kita akan membahas mengenai cara memilih plugin terbaik untuk WordPress. Karena kita tahu, di CMS ini Anda dihadapkan dengan ribuan plugin.

Tentu bagi pemain profesional tidak akan terlalu kesulitan untuk mencari mana plugin yang pas/. Hanya saja akan menjadi masalah jika yang mencarinya adalah para pemula. Karena itulah di artikel ini kita akan membahasnya. 

Untuk lebih lanjutnya, Anda bisa cek dan simak cara memilih plugin di WordPress berikut.

Cara Memilih Plugin Di WordPress Terbaik Untuk Website Anda

Sebelum mencari dan memilih plugin, Anda harus menentukan terlebih dahulu apa yang diinginkan dari plugin untuk website. Pasalnya kita tidak akan menemukan semua kebutuhan di satu plugin saja. 

Dengan menentukan kebutuhan apa yang diperlukan di plugin, tentunya Anda bisa tahu mana plugin yang sesuai untuk digunakan.

Ingat, Anda tidak dapat mendownload satu plugin untuk semua kebutuhan yang Anda perlukan di website WordPress. 

Tapi dengan dua download plugin saja Anda sudah mendapat apa yang diinginkan untuk website. Setelah tahu plugin apa saja yang diperlukan, Anda bisa mengikuti cara memilih berikut:

1. Cari plugin di Google

Sayangnya fitur pencarian yang disediakan direktori plugin WordPress tidak terlalu bagus dan menjanjikan untuk digunakan. Inilah yang membuat kami menyarankan pengguna untuk memakai pencarian Google untuk menentukan kategori plugin WPBeginner yang ada terlebih dahulu. 

Anda bisa menggabungkan yang terbaik dari keduanya dengan mengetikkan kata kunci di search engine.

Atau Anda juga dapat memulai dengan menelusuri plugin WordPress yang paling populer di direktori. Lihat di daftarnya, apakah ada plugin yang sesuai dengan kebutuhan website atau tidak. 

Jika tidak menemukan plugin yang dibutuhkan di dua halaman pertama, Anda bisa mengandalkan pencarian di CMS ini.

Pencarian yang diberikan direktori plugin menunjukkan berdasarkan relevansi default. Untuk hasil pencariannya, Anda bisa melihat nama plugin, uumlah pemasangan hingga deskripsi mengenai plugin. 

Idealnya, Anda bisa menentukan mana yang paling bagus dari informasi-informasi tersebut.

2. Bandingkan plugin yang ingin diunduh

Halaman yang ada di samping plugin berisi informasi seputar plugin yang Anda temukan di WordPress. 

Bagian pertama di samping menunjukkan versi plugin yang ada, kapan terakhir diperbarui, versi WordPress minimum, instalasi aktif dan informasi lain agar plugin dapat dijalankan secara normal.

Informasi mengenai plugin kapan terakhir diperbarui adalah informasi penting yang menjadi indikator popularitas plugin. Bagian ini juga menunjukkan diuji sampai versi WordPress. 

Bagi yang tidak mendapat versi terbaru, Anda tidak perlu panik terlebih dahulu. Ingat, vendor hanya memperbarui plugin jika memang dibutuhkan saja.

3. Lihat peringkat plugin

Di informasi plugin WordPress, Anda juga bisa melihat informasi mengenai peringkat plugin yang ingin diinstal. 

Jumlah bintang di sana menunjukkan skor penilaian plugin yang dimaksud. Dimana bintang lima menjadi skor tertinggi dari plugin. Sedangkan skor atau bintang 1 menjadi skor terendah.

Anda harus tahu jika kebanyakan pengguna juga sering melupakan peringkat plugin di WordPress sehingga mereka tidak memberi informasi peringkat. 

Mungkin plugin yang digunakan dan diunduh ribuan pengguna tidak dapat memberi peronmgkat yang signifikan untuk plugin yang dimaksud. 

Intinya, pilih plugin yang punya bintang tinggi supaya lebih bagus untuk diterapkan di WordPress.

4. Ulasan / review plugin

Saat pengguna memberi peringkat di plugin, kebanyakan akan diminta untuk menuliskan ulasan mengenai peringkat yang sudah mereka berikan. Anda dapat melihat ulasan ini dengan klik di bar penilaian yang sudah disediakan oleh plugin yang bersangkutan.

Misalnya, jika ada pengguna yang memberi plugin dengan satu bintang, Anda bisa klik tautan satu bintang agar dapat membaca ulasan yang mereka berikan di sana. Hal lain yang harus diperhatikan di sini adalah total peringkat yang diberikan. 

Misalnya, plugin hanya mempunyai satu atau dua orang yang memberi peringkat, maka itu bukan angka yang benar-benar signifikan.

Tapi beda lagi jika pengguna tersebut meninggalkan alasan yang bagus. Hal ini kadang membuat pengguna lain juga ingin menggiunakannya. 

Pastikan memilih plugin dengan ulasan positif didalamnya. Pasalnya plugin tersebut sudah dibuktikan oleh pengguna sebelum Anda.

5. Lihat bagaimana support forumnya

Anda juga dapat melihat bagaimana support forum yang dimiliki setiap plugin. Bagian dukungan ada di bilah sisi halaman plugin yang memberi informasi gambaran umum tentang jumlah utasan dukungan yang telah dibuka plugin selama dua bulan terakhir. Hal ini menunjukkan bagaimana kualitas plugin yang ingin diambil.

Anda bisa melihat dukungan dengan klik tab dukungan yang ada di bilah menu plugin. Perlu diingat, utasan dukungan yang tidak diselesaikan bukan berarti plugin tersebut mempunyai beberapa masalah. 

Tapi jika plugin mempunyai banyak utama yang belum terselesaikan serta pembuat plugin belum meresponnya, Anda harus hati-hati.

Mungkin saja plugin masih bisa digunakan untuk penmggunaan website tapi tidak didukung dalam jangka panjang. 

Ada baiknya memilih plugin yang memiliki support forum yang lengkap dan mendukung pengguna kapanpun. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan plugin dengan baik tanpa kesulitan.

6. Lihat screenshot plugin

Sebagian besar plugin yang dihadirkan direktori WordPress selalu memberikan screenshot di bagian bawah deskripsi plugin. Screenshot ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana plugin yang ada dilihat secara front end atau back end di situs WordPress yang Anda gunakan pada saat itu.

Kadang kami berpendapat jika tangkapan layar tersebut lebih berguna dibanding deskripsi mengenai plugin yang panjang sekaligus membingungkan. 

Dengan mengandalkan tangkapan lyar ini, Anda bisa melihat bagaimana plugin nanti bekerja ketika diterapkan di WordPress. 

Apa yang ada didalam plugin hingga Anda bisa mengetahui apakah plugin ini sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

7. Jangan lupa periksa bagian FAQ dan catatan lainnya

Saat memilih plugin untuk WordPress, Anda juga jangan sampai lupa memeriksa bagian FAQ dan juga catatan lain yang berada di bawah deskripsi plugin. Bagian ini umumnya berisikan informasi berguna tentang cara memakai plugin yang akan Anda gunakan/

Kadang pengguna sering mengeluh karena plugin tidak berfungsi tanpa membaca bagaimana plugin tersebut digunakan dengan baik. Saat mencoba sebuah plugin, tentunya Anda harus mencari dan membaca bagian ini dengan baik.

Dengan begitu Anda dapat mengonfigurasi serta memakai plugin dengan baik di situs website. Mungkin juga ada beragam tips keren yang ada di bagian ini. 

Misalnya Anda sedang mencari plugin yang menambahkan widget, Anda mungkin juga menemukan tag templete didalamnya.

8. Uji plugin sebelum digunakan

Setiap plugin WordPress memang membantu penggunanya untuk mendapat website yang diinginkan. Sayangnya jika plugin diterapkan dengan cara yang salah, plugin malah merusak kualitas website. 

Jadi, periksa dan uji plugin sebelum menggunakannya di WordPress. Untuk menguji bagian ini Anda bisa membuka pindom atau layanan pengecekan situs.

Jangan lupa menguji kecepatan halaman situs sebelum mengaktifkan plugin yang ingin digunakan. Ambil tangkapan atau catat hasilnya agar mempermudah saat membandingkan plugin. Jika sesuai dengan yang diharapkan, barulah kembali ke situs website WordPress dan kemudian aktifkan plugin.

Jika plugin menambah waktu untuk kecepatan situs yang Anda miliki, ada baiknya menggunakan plugin lain. Karena plugin yang memperlambat kecepatan website biasanya tidak terlalu baik untuk website. 

Jadi usahakan memilih plugin yang memang tidak mengganggu kinerja website sebelumnya.

Hal Yang Harus Dilakukan Saat Plugin Tidak Bekerja Di WordPress

Ketika menggunakan plugin, kadang Anda menemui masalah seperti tidak berfungsi atau tidak bekerja dengan baik. Jika hal ini terjadi, Anda harus mencari tahu plugin tidak support dengan plugin lain atau tema lainnya.

Jika memang benar itu penyebabnya, segera nonaktifkan plugin lain  yang ada di WordPress. Kemudian aktifkan tema WordPress default yang sudah disediakan di CMS ini. Coba uji kembali plugin yang ingin digunakan.

Menggunakan plugin memang sangat membantu penggunanya untuk menampilkan website seperti yang diinginkan. Sayangnya karena banyak plugin yang dihadirkan di WordPress, pengguna sering kesulitan menentukan mana yang paling bagus untuk diterapkan.

Semoga dengan informasi di atas, Anda bisa memilih plugin dengan baik. Ingat, plugin yang cocok untuk WordPress bisa menambah kecanggihan website. 

Artinya, pengunjung website Anda semakin puas dan nyaman dengan fitur dan layanan yang Anda berikan.